Skip to main content

SUKU BANJAR


Kalimantan Selatan adalah salah satu provinsi di Indonesia yang terletak di pulau Kalimantan. Ibukotanya adalah Banjarmasin. Penduduk asli Kalimantan Selatan adalah suku Banjar yang merupakan mayoritas dari total populasi. 
Suku Banjar yang menduduki seluruh wilayah Kalimantan Selatan terdiri dari 3 kelompok besar, yaitu 
1. Banjar Kuala, 
2. Banjar Pahuluan dan, 
3. Banjar Batang Banyu.

Sisi barat berbatasan dengan provinsi Kalimantan Tengah, Selat Makassar di sebelah timur, di sebelah selatan dengan Laut Jawa dan di sebelah utara berbatasan dengan provinsi Kalimantan Timur.

Gunung Meratus membagi Kalimantan Selatan menjadi dua wilayah berbeda. Bagian selatan provinsi adalah dataran rendah dengan sungai yang mengalir ke rawa-rawa bakau yang luas di sepanjang pantai dan membuat tanah Borneo subur. Di Kalimantan Selatan, Anda dapat menikmati wisata alam, termasuk; banyak sungai, hutan, danau dan gunung. Juga wisata budaya dan warisannya seperti berbagai macam seni dan budaya.Ada banyak desa dan tempat tinggal di sepanjang sungai Barito oleh penduduk asli Banjar. 

Di sini Anda dapat menikmati budaya sungai di Banjarmasin sebagai pola budayanya sendiri. Sebagian besar kegiatan masyarakat Banjarmasin dilakukan di sekitar sungai. Itulah sebabnya menarik melihat kehidupan kota dari tengah sungai. Anda dapat menyewa perahu motor yang tersedia di tepi sungai untuk memulai perjalanan menyusuri sungai melewati penarikan sejumlah lokasi dengan waktu tempuh dua hingga tiga jam. 

Ini adalah salah satu kegiatan wisata paling menarik di kota dan berjalan di sepanjang sungai dan kanal. Di daerah pinggiran kota, pemandangan sungai masih perawan dan pengunjung akan melakukan perjalanan menyusuri sungai Martapura dan sungai Barito dengan perahu Klotok dan speedboat.

Kerajinan tradisional di Kalimantan Selatan yang indah terbuat dari bahan baku lokal seperti batu, emas, perak, kuningan, besi, dan juga berbagai kayu seperti bambu dan rotan. 

Suku bangsa Banjar adalah pembauran orang Melayu purba yang membawa bahasa Melayik dengan Dayak Barito-Meratus dari suku Dayak Maanyan, Dayak Meratus, dan sebagian rumpun Dayak Ngaju terutama yang tinggal di hilir (disebut Dayak Ngawa: Berangas, Mendawai dan Bakumpai). Dan terakhir juga dilakukan Dayak Abal (rumpun Lawangan), yang hampir seluruh anggota sukunya bergabung dan berasimilasi dengan suku Banjar dan konversi ke agama Islam serta meninggalkan bahasa ibunya. Namun saat mereka masih belum diidentifikasikan sebagai Dayak. Dan sebelum Dayak dipakai sebagai penyebutan pribumi asli Borneo.

Sekitar tahun 1526, ketika raja Banjar menerima dan memeluk Islam maka diikuti seluruh kalangan penduduk Kerajaan Banjar untuk melakukan konversi massal ke agama Islam, sehingga kemunculan suku Banjar dengan ciri keislamannya ini bukan hanya sebagai konsep etnis tetapi juga konsep politis, sosiologis, dan agamais. Kelompok masyarakat yang telah menganut Islam ini disebut Oloh Masih dalam bahasa Dayak Ngaju atau Ulun Hakey dalam bahasa Dayak Maanyan. Menurut Tjilik Riwut dalam "Kalimantan membangun, alam, dan kebudayaan: 407" Bila tamu yang datang mengatakan oloh masih berarti tamu yang datang beragama Islam. Untuk tamu yang beragama Islam, akan diserahkan ayam hidup, telur dan sayur-sayuran untuk dimasak sendiri.......[19] Namun sebagian penduduk yang masih ingin mempertahankan agama suku Kaharingan lebih memilih untuk bermigrasi ke daerah perhuluan dan dataran tinggi yang sekarang menjadi Dayak Maanyan dan Dayak Meratus.

Pada zaman dahulu, suku Banjar termasuk masyarakat bahari atau berjiwa kemaritiman. Perjanjian tanggal 18 Mei 1747 dan Perjanjian 20 Oktober 1756 antara Sultan Banjar Tamjidillah I dengan VOC-Belanda tentang monopoli perdagangan oleh VOC-Belanda di Kesultanan Banjar diantaranya mengatur bahwa orang Banjar tidak boleh lebih berlayar ke sebelah timur sampai ke Bali, Bawean, Sumbawa, Lombok, batas ke sebelah barat tidak boleh melewati Palembang, Johor, Malaka dan Belitung
Penduduk asli Kalimantan Selatan adalah suku Banjar yang pada dasarnya terdiri dari sub-suku, bernama; 
1. Maayan, 
2. Lawangan dan, 
3. Bukit 
yang mendapatkan percampuran etnis dengan Melayu, Jawa dan Bugis. Identitas utama adalah bahasa Banjar sebagai media umum.

source : 

Comments

Popular posts from this blog

Banjar - Orang Sungai

Dikemas dengan ratusan jukung yang mengapung di sekitar perahu kecil dengan tumpukan sayuran, buah, ikan segar yang ditata dengan rapi, dan barang-barang lainnya untuk dijual. Kegiatan dimulai tepat setelah matahari terbit kurang lebih tiga jam. Ratusan penduduk desa berkumpul setiap hari dan berdagang barang dagangan mereka seperti yang telah mereka lakukan selama ratusan tahun di Sungai Barito. Sejarah kota ini dimulai sejak 488 tahun, ketika pada 1526, Sultan Suriansyah mendirikan kerajaannya di hulu Sungai Barito. Kotamadya Banjarmasin terletak hanya 22 kilometer dari Laut Jawa dan beberapa bagian kota sekarang sebenarnya di bawah permukaan laut, bukan situasi yang menguntungkan di zaman perubahan iklim saat ini. Namun, orang-orang Banjar telah beradaptasi dengan baik dengan lingkungan mereka, membangun tempat tinggal mereka yang sederhana - yang dikenal sebagai lanting - di atas papan kayu semi mengambang yang naik turun dengan pasang surut. Struktur kokoh dibangun di atas panggun...

Masyarakat Adat Dawar rebut kembali hak Ulayat yang di Rampas Negara

Direktur Eksekutif Walhi Kalbar Nikodemus Ale Mengatakan Kepada Media ini Sabtu (25/7/2020),” Hutan Adat yang diklaim masuk Cagar Alam bisa kembali kepada masyarakat karena saat ini syarat untuk memgeluarkan Cagar Alam di Kabupaten Bengkayang sudah memiliki payung hukum yaitu Perda Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat. Memurut Nikodemus Ale yang paling utama untuk mengembalikan Hutan Adat adalah kekompakan masyarakat Dusun Dawar yang didukung dengan peta wilayah adat hasil pemetaan partisipatif. Sebab organisasi yang memperjuangkan hak masyarakat adat seperti AMAN, WALHI ,LEMBAH hanya bersifat memfasilitasi dan mengawal hingga masyarakat memperoleh haknya. https://lm.facebook.com/l.php?u=https%3A%2F%2Fbatasupdates.wordpress.com%2F2020%2F07%2F25%2Fmasyarakat-adat-dawar-rebut-kembali-hak-ulayat-yang-di-rampas-negara-2%2F&h=AT0VUS2GLj3uceZY9v65aUBD7vexHLKFWAp9WHJJi6_ItKWRqRwh7Rs9m5QsR1ctjWeM0aHwcMccUEwkx9MfDeSou3ZoWcJudNkLwj0f6kKFg3h6NQZyqkFLcWPgsc1Bmu4&s=1 https://www...