Skip to main content

PEDANG JENAWI - PEDANG MELAYU YG BERASAL DARI BANJAR


Riau, merupakan salah satu provinsi yang berada di Pulau Sumatera. Begitu banyak hal yang menarik untuk diamati dan diteliti, salah satunya adalah kebudayaan. Provinsi ini memiliki ciri khas tersendiri yaitu kebudayaan melayu. Salah satunya senjata tradisional Pedang Jenawi misalnya. Sepanjang sejarah, Pulau Sumatera memiliki banyak Kerajaan-kerajaan besar diberbagai daerahnya. 
Kerajaan tersebut mulai dari Kerajaan Sriwijaya hingga Kerajaan Melayu yang wilayah kekuasaannya membentang hingga semenanjung Malaysia. Kerajaan Melayu pada masa lalu memiliki angkatan bersenjata yang cukup disegani dan memiliki berbagai persenjataan termasuk pedang. Senjata tradisional yang dimiki oleh Riau tentunya sangat banyak, namun yang dibahas disini adalah Pedang Jenawi. 
Pada zaman dahulu, senjata digunakan sebagai alat untuk melindungi diri dari ancaman lingkungannya, Seperti halnya untuk melawan binatang buas atau untuk kelengkapan berperang melawan Kerajaan lain.

#FolksofBanjar #PedangJenawi #KesultananBanjar #PedangMelayu

Comments

Popular posts from this blog

Wanita Suku Banjar zaman dulu

 Wanita Pembawa Tanah yang mengandung berlian

Tragedi Sampit adalah peristiwa kelam yang jangan sampai terulang

Suku dayak adalah suku yang mendiami pulau kalimantan. Masyarakat Dayak memiliki tali saudara dengan Suku Banjar. Keduanya konon berasal dari kakak beradik, dimana sang adik tinggal di keramaian dan menjadi suku Banjar, sementara sang kakak memilih hidup dengan alam rimba dan menjadi asal muasal suku Dayak. Namun keduanya memang bagaikan sebuah tubuh yang tidak bisa dipisahkan.

Banjar - Orang Sungai

Dikemas dengan ratusan jukung yang mengapung di sekitar perahu kecil dengan tumpukan sayuran, buah, ikan segar yang ditata dengan rapi, dan barang-barang lainnya untuk dijual. Kegiatan dimulai tepat setelah matahari terbit kurang lebih tiga jam. Ratusan penduduk desa berkumpul setiap hari dan berdagang barang dagangan mereka seperti yang telah mereka lakukan selama ratusan tahun di Sungai Barito. Sejarah kota ini dimulai sejak 488 tahun, ketika pada 1526, Sultan Suriansyah mendirikan kerajaannya di hulu Sungai Barito. Kotamadya Banjarmasin terletak hanya 22 kilometer dari Laut Jawa dan beberapa bagian kota sekarang sebenarnya di bawah permukaan laut, bukan situasi yang menguntungkan di zaman perubahan iklim saat ini. Namun, orang-orang Banjar telah beradaptasi dengan baik dengan lingkungan mereka, membangun tempat tinggal mereka yang sederhana - yang dikenal sebagai lanting - di atas papan kayu semi mengambang yang naik turun dengan pasang surut. Struktur kokoh dibangun di atas panggun...